Jumat, 21 Oktober 2016

Contoh Cerpen



Balapan Sepeda

Kini aku duduk di bangku kelas 5 SD, ku jalani hari di sekolah bersama dengan ketiga sahabatku Dodi, Hendrik dan Joni, Kami berempat memang sahabat  sejak kami  masih kecil.

Pada saat lonceng Istrihat berbunyi aku menemui ketiga temanku, dan kami berbincang-bincang tentang pelajaran yang sudah kami pelajari. “ Dodi bagaimana tadi pelajarannya”,tanyaku. “menyenangkan”, Jawab Dodi. “ya sama “, Kata Hendrik dan Joni menyahut secara bersamaan. “ Oh ya, teman-teman nanti sore kita main kemana ya.. ?”, tanyaku kepada teman-teman. “bagaiman kalau kita balapan sepeda saja”, Jawab Hendrik. “setuju “, kata Dodi dan Joni manjawab secara serempak. “ ya, saya setuju “, Jawabku menyetujui usul Hendrik. “nanti sore kalian bertiga ke rumah aku saja, kita berangkat bersama-sama dari rumahku.
Sore itu cuacanya sangat cerah, tidak ada tanda-tanda akan turun hujan. Tidak lama kemudian terdengar suara teman-teman memanggilku secara bersamaan, “ ayo masuk dulu”,  kataku pada teman-teman. “ apa kalian sudah membawa perlengkapan?”,  tanyaku. “sudah “, jawab mereka. “ tunggu sebentar, saya ambil tas perlengkapanku”, kataku, sambil aku minta izin kepada ibu.

Kami berangkat bersama-sama dengan menggayuh sepeda kami masing-masing. Memang jalan yang kami lewati menuju tempat kami bermain sepeda banyak jalan menanjak, tetapi kami tetap berusaha menggayuh sepeda kami walaupun melewati jalan yang menanjak. “ capek sekali”, kata dodi, “ ya saya juga capek “ jawab Hendrik. “kalau begitu kita istirahat sejenak”, usulku. Kami pinggirkan sepeda kami, sambil istirahat kami menyusun rencana tentang balap sepeda. “ bagaimana kalau kita adu cepat bersepeda ” kata Dodi. Kami semua menyetujuinya.

Pada saat kami di tanah lapang, tempat dimana kami akan akan mengadakan adu cepat bersepeda, tiba-tiba terdengar suara gemuruh, menggelegar dan petir, kami berempat semua panik. “ Hen aku takut.....”, teriak Dodi. “ ya, aku juga do....”, jawab Hendrik. “ mari kita pulang”, kataku, seraya mengajak mereka pulang.
Kami berempat sama-sama menggayuh sepeda dalam perjalanan pulang menuju ke rumah, kami merasa senang, persahabatan kami memang sangat akrap dan kami sama-sama tersenyum saling pandang penuh keakraban.

Selesai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar